Feeds:
Posts
Comments

Kalau boleh ini sedikit ulasan mengenai Nikkor 50mm f/2 ai[/B]
Lensa ini merupakan tipe Gaussian ortodoks, dengan empat (4)-kelompok enam (6)-elemen konfigurasi.
Tipe Gaussian memiliki susunan simetris lensa cembung dan cekung doublet di kedua sisi berhenti aperture, dengan permukaan cekung menghadap berhenti aperture. Jenis ini banyak digunakan untuk aperture besar normal dan lensa semi tele.
Sebuah fitur jenis Gaussian adalah kemampuan untuk [B]mengoreksi[/B] aberasi (penyimpangan warna) kromatik dan aberasi sferis yang cenderung terjadi dengan lensa aperture besar, dan lensa ini memanfaatkan karakteristik ini untuk memberikan koreksi yang sangat baik dari chromatic aberration.

Lensa ini juga memanfaatkan kaca dengan indeks bias tinggi dan dispersi rendah untuk memberikan citra yang lebih datar daripada Nikkor-S.
Kami juga harus menyebutkan bahwa penurunan kinerja untuk close-up pekerjaan kecil, dan tidak hanya kualitas tinggi dipertahankan pada jarak fokus terdekat dari 0.45m (1.5ft.), Tetapi juga memproduksi lensa berkualitas tinggi ketika digunakan pada bellow atau cincin ekstensi untuk macrophotography.
Berarti aperture f wajar / 2 yang koma dapat dengan mudah diperbaiki, dan suar koma sagital yang merupakan masalah di lensa aperture besar (titik balik cahaya dekat tepi gambar ke komet ekor) juga relatif rendah.
Dengan mengurangi aperture oleh dua berhenti, gambar dapat diperoleh dengan kontras tinggi yang tepat ke tepi gambar.

Namun, aberasi bola agak besar bila dibandingkan dengan laras lebih pendek desain model lensa yang disebut “AI Nikkor 50mm f/1.8S” (1980 ~) di Jepang, yang merupakan perbaikan lebih lanjut pada Nikkor 50mm f/1.8 AI (1978 ~ ) dan karena kontras agak berkurang pada bukaan penuh.
Tapi ini merupakan karakteristik dari lensa, dan tidak dapat dianggap sebagai cacat-dan-out.
Bahkan, lensa ini memiliki keseimbangan aberasi sferis dan residual perifer suar koma, yang bersama-sama dengan gambar yang luar biasa kerataan memberikan pencitraan sangat baik seragam atas bidang gambar keseluruhan dari aperture penuh.
Jika kita hanya mempertimbangkan keseragaman gambar, kemudian bahkan antara lensa yang sangat baik banyak ada di focal length normal, ini adalah barang kelas atas.

Jadi, dengan sedikit kesalahan, lensa ini dapat berdiri perbandingan dengan desain terbaru untuk kinerja yang mengesankan. Jika kita harus memberikan kelemahan, mungkin distorsi barrel sangat sedikit.
Tentu saja hal ini sama sekali tidak ada masalah untuk bekerja normal, tetapi bisa sedikit mengganggu dalam pekerjaan arsitektur atau macrophotography.

Nah, mari kita lihat hasil praktis yang dapat diperoleh dengan lensa ini.
Nikon ingin menulis tentang kemampuan lensa ini dari pengalaman sendiri yang sederhana. Tapi karena preferensi pribadi pasti masuk ke dalam diskusi tentang karakter pencitraan lensa, mohon mengerti bahwa intepretasi ttg lensa ini akan berbeda-beda bagi tiap orang.

Lensa ini menunjukkan perubahan besar dalam karakteristik pencitraan, dari gambar halus dan lembut khas ketika penuh terbuka, untuk kontras, tajam tinggi bila berhenti turun ke f / 4 atau f/5.6.
Jika Anda memiliki lensa ini, saya sarankan Anda untuk mencoba mengambil serangkaian gambar dari subjek seperti adegan malam hari, yang tunduk pada suar, mulai akan berhenti aperture terbuka penuh, dan turun satu atap untuk paparan masing-masing.

Dengan berhenti aperture terbuka penuh, sumber cahaya seluruh gambar dikelilingi oleh suar, menghasilkan gambar yang fantastis seakan tertutup oleh kerudung.
Kecuali untuk sudut, ada sedikit perubahan dalam bentuk pembakaran, memberikan suar seragam di seluruh gambar, dan inti flare kecil dan rapi.
Hal ini terkait dengan citra halus dan lembut lensa menghasilkan saat terbuka penuh.
Turun satu stop ke f/2.8, suar pusat berkurang, namun sebagian besar masih tetap di sekitar pinggiran.
Berhenti ke f / 4 sampai f/5.6, dan suar sudah benar-benar dihilangkan, dan gambar yang tajam sampai ke sudut-sudut.

Perhentian aperture biasanya digunakan untuk mengendalikan eksposur, efek fokus lembut, dan kedalaman lapangan, tetapi memiliki ide dari perubahan karakteristik pencitraan dengan variasi dalam aperture akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan hanya yang sedikit tambahan dari karakteristik lensa. Satu objek adalah untuk menemukan celah yang memberikan Anda hanya jenis gambar yang Anda suka.

Secara pribadi, saya ingin menggunakan lensa ini baik sepenuhnya terbuka, atau di f / 4 atau f/5.6.
Namun, ketika terbuka penuh latar belakang out-of-fokus dapat menjadi keras atau muncul dua kali lipat, sehingga penanganan latar belakang membutuhkan perawatan.

Untuk lensa AI, yang satu ini tidak biasa dalam memiliki diafragma enam-berbilah.
Ini dapat menghasilkan gambar blur heksagonal ketika berhenti turun, dengan kemungkinan memproduksi adegan malam di mana lampu dikelilingi oleh enam (6) sinar ketika berhenti aperture dihentikan turun.
Kemudian lensa Nikkor yang dirancang dengan jumlah ganjil pisau diafragma dalam rangka untuk menghilangkan “sinar” dan akibatnya memungkinan kreatifitas anda dalam memanfaatkan efek ini untuk beberapa adegan.

Tampaknya bahwa setiap buku pengantar tentang fotografi termasuk pernyataan yang menyatakan bahwa: “Sebuah lensa 50mm adalah pekerja keras yang universal, yang dapat berfungsi baik sebagai wide-angle dan tele.”
Tapi satu juga bisa mengatakan bahwa dengan fakta menjadi sebuah lensa universal itu cenderung turun antara dua bangku, dan belajar untuk menggunakan seperti lensa dengan penuh sebenarnya agak sulit.

Namun, lensa 50mm dapat menawarkan pencitraan superior, dan aperture besar tak terjangkau oleh zoom.
Orang sering mendengar cerita dari seseorang yang hanya menggunakan zoom normal dan diberi lensa 50mm untuk pertama kalinya, yang kagum dengan kecerahan dan kejelasan dalam jendela bidik, ketajaman foto yang diperoleh, dan kedalaman gambar karakteristik yang datang dari lensa aperture besar, dan dengan demikian merasa bahwa kemampuan mereka dengan kamera tiba-tiba membaik.
Tentu saja lensa ini sudah pasti ketika datang ke pemotretan dalam cahaya rendah, tapi lensa 50mm ini juga ideal untuk membawa keluar kedalaman intim dalam keluarga terkunci dan potret.

Tahun ajaran baru telah tiba.

Untuk pelajar SD/SMP/SMA kegiatan belajar mengajar telah berjalan sejak beberapa bulan yang lalu.

Pekan pengenalan lingkungan sekolah pun telah berlangsung.

Macam-macam bentuknya.

Dari mulai acara ramah tamah hingga ke aksi yang aneh-aneh.

Sudah beberapa tahun ini, ekstrimitas ospek dsb dibatasi.

Tidak lagi ada kontak fisik.

Dulu, ketika saya masih merasakan masa-masa ospek saat sekolah, rasanya pengen marah-marah.

Perintah yg harus dikerjakan aneh-aneh, padahal ya tidak kontak fisik sama sekali.

Dan kekesalan pun semakin menjadi-jadi ketika harus latihan baris berbaris.

Kapan saya boleh hitung angka ?

selalu saja cuma berkesempatan bilang “lengkap”

hahahahahahaha

Itu kutukan yang bisa saya lontarkan semasa remaja dulu, karena ya, saya tidak termasuk siswa yang tinggi.

Hehehehe..

Lalu ketika menjadi kakak kelas sekaligus panitia ospek, malah menyesali adanya peraturan yang membatai gerak panitia ospek.

Rasanya ingin balas dendam atas apa yang kakak kelas dulu pernah lakukan.

Setelah 2 tahun tamat dari sekolah menengah atas (sederajat), makin kesini yang saya sadari apakah esensi dari ospek itu sendiri??

Adakah alasan yang edukatif mengapa ospek harus disertai perintah-perintah aneh?

Tindakan mengemas ospek dengan seribu satu syarat unik, di satu sisi memang memberi memori untuk keesokan hari.

“wah dulu kita disuruh bawa ini..itu…bla…bla…bla…”

“wah dulu bentukmu enggak bgt deh pas pake…bla….bla…bla….”

tapi apakah hanya sampai sejauh itu manfaat yang bisa dipetik di kemudian hari?

waktu,tenaga,pikiran,uang yang sudah dikorbankan pada hari-hari itu apakah hanya menghasilkan kenangan saja?

tanpa ada pembelajaran berarti?

betapa miskinnya mahasiswa Indonesia jika hanya sampai sejauh itu.

Saya ingat masa-masa karantina saya selepas tamat SHS.

Bertemu dengan orang-orang luar Indonesia yang sangat membuka mata.

Betapa tidak ada apa-apanya saya dibanding dengan mereka.

Teman-teman yang luar biasa cinta belajar, sudah pintar, sangat produktif tapi masih tetap membuka wawasannya bagi orang baru.
Continue Reading »

Aku punya seorang adik.

Sudah lama dia tak kembali.

Dan aku tak yakin apakah kini dia sudah kembali.

Tapi aku ingin bercerita bahwa aku punya seorang adik.

Seseorang yang kadang mengerti-ku lebih daripada diriku sendiri.

Tak banyak yang bisa ku lakukan untuknya.

Bahkan beberapa kali ku ‘curi’ hidupnya.

Membuatnya dalam kesulitan yang menyedihkan.

Namun tak pernah ada marah dalam wajahnya.

Aku punya seorang adik.

Ingin rasanya kubawa dia ke hadapan mereka.

Menyudahi apa yang menjadi tanda tanya selama ini.

Aku punya seorang adik.

Sayang mereka tak pernah menyadarinya.

Karena mata mereka telah lama tertutup.

Aku punya seorang adik.

Akan ku lindungi selama nadiku ada.

Aku punya seorang adik.

Meski kalian tak pernah tahu.

Aku punya seorang adik.

Adikku yang tersayang.🙂

“Whatever they said, You’re still the same for me..”

kalimat yang masih terngiang dalam beberapa jam terakhir ini…

Hari ini,

satu lagi hari yang tidak terlupakan…

dari jam 9 sampai jam 11 menunggui orang melahirkan (hahaha…gak dink..),

hanya sekedar ujian tahunan…

2 jam, terasa sangat singkat…

hanya sempat makan pagi, dan sholat dhuha sejenak…

mendoakannya sukses melewati stase demi stase yang harus dilalui..

Perjalanan hari ini pun dilanjutkan ke tempat lain,

tempat yang cukup asing bagi saya…

tidak ada prasangka apa-apa pada tempat ini sampai suatu kalimat yang tidak saya ingin dengar harus terucap..

bagai ribuan tombak yang tiba-tiba menghujam dan ribuan tongkat kasti menghantam kepala…

ku hela nafas panjang untuk menjernihkan pikiran yang semakin tak karuan..

kenapa?kenapa?dan kenapa?

apa yang dipikirkannya?

sebegitukah?

tidakkah ada bahasan lain?

rasanya ruangan itu semakin sesak menghimpit, ku coba untuk mengalihkan pikiran pada yang lain..

namun ternyata aku tak cukup lihai untuk menyembunyikan kegelisahanku darinya..

“Positif Sayang…

Whatever they said, you’re still the same for me…”

sekelumit yang ternyata mampu mencabut tombak-tombak itu…

setelah berdoa, ku sadari bahwa kalimat itu ternyata lebih dari sekedar mencabut tombak-tombak itu..

suatu tanda bagi kami berdua…

kuhempaskan lagi keningku dalam sujud…

berterimakasih pada-Nya…

karena kasih-Nya yang membuatku harus bertemu dengannya…

karena kasih-Nya yang membuatku berjuang padanya…

karena kasih-Nya yang menuntunku belajar segalanya…

DAN AKU TIDAK AKAN KECEWA KARENA AKU BERDOA KEPADA TUHANKU…

Thanks Lord..

Thanks Sweetheart… :*) ^^

Waw!

Hari ini seharusnya menyenangkan…ada 2 rencana pemotretan!

Whatta great day!!

Rencana pagi adalah pemotretan bersama 3 teman saya luar biasa (proud with you all guys), ada yg mau berlayar ke seluruh Nusantara, ke Belgia dan Swedia. Mungkin akan dalam waktu lama baru bertemu mereka lagi, mungkin tahun depan, atau 5 tahun lagi, atau 10 tahun lagi, atau bahkan nanti ketemu di hari akhir…hehehehe…

Sudah persiapan nih…dresscode : PROFESI YANG DICITA-CITAKAN,

waktu yang ditentukan pun tiba, tunggu punya tunggu eh ternyata ada satu yang berhalangan hadir…

Prinsip saya : Berempat atau TIDAK SAMA SEKALI ! WE LEAVE NO ONE BEHIND!

Maka bagaimana ? Ya batal lah…

Trus sia-sia dong kostum yang sudah disiapkan ? Tidak masalah, mari lihat sisi baiknya saja, petugas di studio photo itu jadi hapal sama saya loh…krn mondar-mandir daripagi, tanya-tanya eh ga jadi poto…ahahahaha *Tambahan : Deo jadi jogging pagi-pagi..hahahahha

Lalu saya pulang dengan doa untuk keselamatan teman-teman yang akan berangkat duluan…

(posisi saya belom jelas saudara-saudara..ahahaha)

Sesampainya dirumah, ganti kostum (FYI, ini sesi pemotretan yang bikin puyeng, kmarin saya muter2 nyari hem baru khusus buat pemotretan hari ini dan ga nemu, hem jaman sekarang gede dan aneh bentuknya, dan poor me, dandanan kalian tadi keren2 loh…*kecuali GALIH! AUTIS KOWE, finally saya pake hem seadanya dan sangat tidak okeeeeee),

pengen langsung berangkat tapi masih jam 12an, jadinya baca-baca dikit lah…

sekitar jam 2 saya bertolak lagi menuju MSD bersama Panji saudara semaho eh salah, saudara sepupu saya…. (ahahahaha), selepas dari MSD, langsung ke Taman Pintar, menunggu teman-teman yang sangat PINTARRRRR, (janjian jam stengah 4, nongolnya jam5an???WTF llah…ahahaha), setelah pada kumpul, siap-siap berangkat menuju studio photo teman saya yang saya rencanakan, eh malah pada ga mau disana, ada aja lah alasannya…grrrr….dan kami bergerak menuju studio photo didepan MM UGM…ahahahaha

Sampe disana udh malem dong, pas tempat kosong eh si AUTIS GALIH ADITYAS PERMANA MUKAMESUMMANIAAAAA pke acara pulang coba???grrrrrrr…..krn alasan SOLIDARITAS…MARKITUNG!

Baru sekitar setengah jam, finally dia nongol juga, pas disuruh ganti kostum, pake komentar

“Wah kaosku kayak homo..”

(sebenernya saya agak bingung sama anak ini, klu dy tau kaosnya kayak homo, ngapain kaos itu yg dibawaaaaaa???grrrrr…ahahahaha)

*Giri juga heboh sama baju-baju yg digantung di ruang ganti

Giri:

“Mas ini jas dokter loh…”

Risang:

“njuk ngopo Gir??ckckckck…”

Giri:

“kok mereka punya jas dokter sih?mesti beli di abal-abal”

Risang:

*mbatin dlm hati “emg di abal-abal jual jas dokter ya?”

ahahahahaha

dan sekedar informasi, hasil potonya bener-bener kayak maho=homo=hombreng..ahahaha

pkoknya tadi kgk ada yg gentle2 dah muke kita… *Galih dgn kaos homo, Giri dgn pose manohara, saya yg gagal kostum dan Dito dgn gaya bencos nya…hahahaha

tapi yg cewek-ceweknya tadi pada cantik-cantik loh…tapi tetep tidak bisa mengalihkan dunia saya dariiiiii…ahahahaha ada dehhh…wkwkwkwk

dan “Mari Mas Mbak masuk, kita mulai…”

rombongan ex penyiar radio ini pun mbrubut masuk dan pada heboh dgn properti yg ada di dalem…

-_-“…

saya sampe deg-degan, takut kalau harus ada kerusakan tambahan…ahahahaha

setelah susah payah dan dengan mendatangkan tim gegana untuk menjinakkan kami, akhirnya kami bisa sedikit kondusif…

bisa diatur cuma bertahan tiga puluh detik saja, setelah itu semua heboh sendiri-sendiri…

saya merasakan petugas photo itu mulai stress dan saya sudah siap-siap kalau mbaknya tiba serangan jantung atau semacamnya…ahahahaha

dan setelah susah payah, sekitar 1 jam kami didalam (saya yakin itu adalah penderitaan terberat bagi sang petugas photo….ahaahhahaha…)

“untuk milih potonya diluar yah…”

dan anda bisa tebak apa yg terjadi?

yappp yg disana apa jawabannya??

benar sekaliiii…HEBOH!

MILIH POTO KYK MAU DEMO!!! OMG!!

ahahahahahaha….

sesekali saya melirik CS-CS yg menatap heran pada sikap kami semua…

HELLO MBAKNYA…INI EX PENYIAR RADIO SEMUA…1 (satu) PENYIAR AJA BISA BIKIN ORG KETAWA KETIWI, APALAGI 9 (SEMBILAN) ??? Untungnya kalian tidak terjangkit ketulian dini karena kehadiran kami…ahahahahaha

setelah berembug, akhirnya ada 21 foto yg dipilih dan pembengkakan dana dimulai…

seperti biasa, angkatan tua selalu dikorbankan…

untungnya ada ADHITYA KUNCAHYANI EFFENDI yg mau meringankan beban penderitaan saya dari perampokan berhadiah ini *???…

Tuhan memberkatimu Kun…ahahahaha

tapi sayang seribu sayang..

(hai sayang km lagi ngapain?? *Sang, fokus…-_-“)

foto baru bisa diambil nanti tanggal 23 Juli 2010…

JADIIIIII….

PARA FANS “TERIAK 9″…

HARAP BERSABAR…

ahahahaha…

dan buat GIRI NUGRAHA, selamat menempuh hidup baru bersama gurita di Manado sana…

baik-baiklah Nak, dan kembalilah dengan BUAH TANGAN yang banyak sekali, karena jika tidak, kamu akan merasakan malam-malam sensasional bersama RAUL LEMOS, bagaimana ?

Maka demikianlah laporan kali ini saya buat. Kurang dan lebihnya mohon maaf…

I Love You All…

Salam

TERIAK 9

😀

Masih terbengong-bengong…

Barusan buka email.

Dapat balasan dari Rotterdam. T.T

Spechless spechless spechless…

I dont wanna feel the way that I do,

I just wanna be right here with you,

I dont wanna see us apart,

I just wanna say it straight from my heart,

What would it takes for you to see,

to make you understand that I’ll always believe,

You and I can make it through,

and I still know, I can’t get over you..